Skip to main content

ADU NGEBUT di Track GARUT




Kabupaten Garut menjadi salah satu tempat favorit yang masuk dalam list “gowes” [istilah bersepeda]  para mountain biker di Indonesia. Secara geografis letak kota yang berada di ketinggian 700m diatas muka laut [mdpl] sangatlah sejuk udaranya, berbagai gunung berapi yang masih aktif & pegunungan mengelilingi kota kabupaten di Jawa Barat ini...sehingga sangat elok pemandanganya. 
Selain letaknya yang dekat & mudah dijangkau [via tol JKT-BDG] dari Jakarta, kota di dataran tinggi ini memiliki banyak tempat wisata yang indah & berbagai pilihan trek bagi para pesepeda dengan karakter dan tingkat kesulitan yang beragam, mulai dari yang teknikal full skill & yang ringan2 saja…mau yang turunan ataupun tanjakan semua tersedia.  Dari informasi marshall [pemandu sepeda] total ada 20 trek terdapat di kota yang terkenal dengan Dodol & Domba nya ini.


Cuss…[berangkat] lah kami berempat Saya, Arif, Hendri & Okky minggu lalu mencoba menyambangi kota ini untuk sebuah kenikmatan bersepeda mencoba berbagai trek yang sudah sering dipublikasi di social media. Sengaja berangkat pagi karena hari Jum’at kami target sebelum Sholat Jum’at harus sudah sampai Garut. Bongkar & rakit sepeda di tempat kami menginap di rumah mertua Arif di Jalan Samarang, lalu sholat Jum’at, makan siang & menunggu marshall [Om Risris] datang.





Hari Pertama Gunung Godog XC Trek
Tepat jam 2 siang Om Risris local boy asli Garut datang ke tempat kami, berkenalan lalu langsung mengajak kami memacu sepeda meluncur menapaki jalanan kota Garut yang siang itu lumayan rame, cuaca sangat mendung dari tadi pagi makin menambah semangat kami. Trek yang kami jajal hari pertama ini adalah Gunung Godog. Lokasi trek ini sangat dekat & paling mudah dijangkau dari Kota Garut di gowes langsung maka kita akan nanjak menuju titik kumpul pesepeda Makam Kyai Godog.
Trek Godog yang berada di lereng pegunungan antara Garut dan Tasikmalaya berada di Kecamatan Karangpawitan, Garut. Trek berjarak sekitar 12 kilometer dari Garut ini berada di wilayah makam dan petilasan Kian Santang, keturunan Prabu Siliwangi. Karakteristik trek Godog sekitar 60 persen berupa jalur setapak tanah [single track] diselingi jalan aliran air. Sisanya berupa jalan bebatuan [macadam] yang melintasi lahan perkebunan dan sawah.
Trek ini membutuhkan teknik bersepeda yang mumpuni karena beberapa ruas disajikan turunan curam. Trek yang relatif terbuka ini minim pepohonan besar, sehingga akan terasa panas ketika musim kemarau. Untunglah kami kesini pas lagi musim hujan padahal goweser lokal Garut sendiri banyak yang tidak mau lewat sini jika musim hujan, karena licin single trek nya berlumpur & banyak sekali saluran-saluran air di jalurnya, sehingga menyulitkan handling sepeda. Karena kami kesini pas lagi tinggi-tingginya curah hujan ya sudah hajar saja lah, beberapa kali tergelincir & terjatuh sudah biasa malah bikin kita tertawa-tawa.


Oh iya ada yang unik kebiasaan gowes di trek kalau trek lain biasa rame pesepeda hari Sabtu & Minggu, di trek Godog ini justru hari Jumat siang sampai sore lebih rame pesepeda, biasanya mereka masing dari rumah nanjak kesini setelah sholat Jum’at kemudian nanti bersama-sama turun via single trek atau on road setelah habis sholat Ashar. Titik berkumpulnya pesepeda ini adalah sebuah area pemakaman yang di sucikan oleh warga sekitar. Puas main XC di hari pertama kami beristirahat untuk trek selanjutnya All Mountain Cibereum.


Hari kedua Cibereum All Mountain Trek
Karena lokasi trek yang lumayan jauh dari tempat kami menginap sekitar 20KM naik ke atas bukit maka kami putuskan hari kedua ini untuk loading sepeda menggunakan mobil menuju trek Cibeurum. Jam 08.00 Om Risris sudah siap menjemput kami lalu cuss...berangkat ke lokasi. Karena Okky & Hendri penasaran banget dengan promosi Om Risris bahwa ada Trek Light DH di Cibereum ini....OKAY... mumpung sudah dilokasi maka kami berlima sempatkan main 3 run di jalur Downhill ini, trek asyik & aman bahkan untuk seorang newbie Downhiller seperti saya ini. Puas main Downhill lalu kami lanjutkan ke jalur yang dari awal udah kita incar yaitu trek All Mountain Cibereum-Cipanas.
Diawali dari kawasan sumber energi panas bumi Kamojang dan finish di kawasan Wisata Air Panas Cipanas. Kontour trek turunan yang berada di lereng Gunung Guntur ini sekitar 30 persen berupa jalan pasir bercampur tanah dengan karakter hutan pinus. Bagi penikmat turunan seperti kami, jalur ini sangatlah nikmat & kami bermain full speed kebut-kebutan. Awal trek melewati hutan pinus, cornering & berm melewati single track yang diselingi semak belukar setinggi dada.
Di beberapa titik, ketinggian semak melebihi orang dewasa dan menutupi jalur, sehingga membutuhkan kejelian dan handling sepeda yang mumpuni. Trek ini membutuhkan teknik bersepeda yang mumpuni karena beberapa ruas disajikan turunan curam & unpredictable karena factor alam, sebaiknya dilengkapi helm full face, pelindung lutut dan siku (knee & elbow protector) untuk menunjang keselamatan bersepeda ya…biar tambah yakin full speed nya. Di beberapa bagian terutama kebun sayur milik penduduk kami harus mengurangi speed karena berpapasan dengan warga yang sedang berkebun.



Trek Cibeureum juga menyajikan pemandangan indah bervariasi, melintasi ladang dan lahan perkebunan warga setempat. Pesepeda harus melewati pematang sawah yang sempit dan berkelok. Sebelum mencapai titik finish, disajikan trek tanah, turunan bebatuan melintasi beberapa perkampungan. Salah satu kelebihan trek ini, kami bisa berendam di pemandian air panas kawasan wisata Cipanas setelah seharian bersepeda. Puas berendam kami menuju ke rumah mertua om Arif, trims ya om Arif atas semua servis nya. Oh ya bagi yang ingin menginap, kawasan ini juga dilengkapi fasilitas hotel mulai dari penginapan hingga resort kelas berbintang.
Ayo agendakan & luangkan waktu untuk adu ngebut di kota Garut…salam @nardex











powered by Trailforks.com

powered by Trailforks.com

Popular posts from this blog

ENDURO RACE di KTH Bikepark Puncak Bogor

   Starting point Bukit Pano'ongan   Suasana di Start Point ENDURO Sebuah genre baru  balap sepeda Saat ini genre Enduro berkembang pesat & sangat digemari oleh para pencinta olahraga Mountainbike. What is Enduro? Istilah Enduro awalnya adalah sebuah genre olahraga dari Motorbike yaitu sebuah lomba long distance cross country yang terbagi dalam beberapa stage kemudian dihitung overall total waktu keseluruhan dari stage yang dilombakan pemenangya adalah yang bisa menyelesaikan waktu tercepat. Enduro di Mountain bike jika tidak salah awal mulanya di selenggarakan di Negara Perancis adalah sebuah lomba yang menggabungkan “technical skill downhill” yang tinggi & kemampuan “endurance” yang prima yang biasanya terbagi dalam beberapa stage lomba, perpaduan dari dua hal ini menjadikan sebuah genre baru yang sempurna dari olahraga Mountain bike.  Salah satu rider di stage-1 sebelum turun hujan Salah satu contoh adalah Jerome C...

BERSEPEDA SINGKAT Berkeringat di Track Hutan UI Depok

Sebuah trek bersepeda XC di dalam hutan kota Kampus Universitas Indonesia yang terletak di Depok Jawa Barat masih mempunyai lahan yang sangat luas, beberapa bagian bahkan masih berwujud hutan & semak belukar yang lumayan tinggi & lebat vegetasi pohonya. Berawal dari kreatifitas komunitas sepeda MTB sekitar kota Depok maka dibuat-lah jalur yang di kenal dengan 'Track Hutan UI' wujud dari jalur ini adalah sebagian besar kontur asli dari tanah hutan, tetapi beberapa bagian di buatkan 'obstacle' atau rintangan berkategori ringan yang sekelas sepeda XC. Pada bagian lain terdapat pula sebuah jalur yang di sebut jalur 'Mangkok' dan disinilah komunitas sepeda DJ: Dirt Jump bermain-main dengan sepedanya, letaknya tidak terlalu jauh dari jalan raya utama Kampus UI. Atraksi dari sepeda-sepeda DJ tiap minggu pagi disajikan disini dan inilah tempat yang paling ramai & banyak anak-anak muda yang bermain di jalur ini. Minggu pagi itu kami...

CIKOLE-CIPUNAGARA Tempat yang tepat bermain All Mountain Bike

Bersepeda di Bumi Parahyangan Bandung Pagi itu bukan main indahnya di lereng hutan pegunungan hutan “Cikole-Lembang-Bandung”. Matahari muda memuntahkan cahayanya yang kuning muda keemasan ke permukaan bumi, menghidupkan kembali rumput-rumput yang hampir lumpuh oleh embun, pohon-pohon yang lenyap ditelan kegelapan malam, bunga-bunga yang menderita semalam oleh hawa dingin menusuk. Cahaya kuning emas membawa kehangatan, keindahan, penghidupan mengusir halimun tebal dan halimun pun lari pergi dari raja cahaya kehidupan itu, meninggalkan butiran-butiran embun yang kini menjadi penghias ujung-ujungdaun dan rumput membuat bunga-bunga yang beraneka warna itu seperti dara-dara muda jelita sehabis mandi, segar, harum dan berseri-seri. Pemandangan indah dari atas bukit Cahaya yang lembut itu tertangkis oleh daun dan ranting pepohonan hutan yang rimbun, namun kelembutan cahaya itu dapat juga menerobos di antara celah-celah daun dan ranting sehingga sinar kecil memanjang yang...