Senin, 02 Februari 2015

POENCAK BOGOR Sebuah Surga untuk bermain sepeda






 Poencak banyak pilihan jalur bersepeda sesuai karakter anda

Daerah Poencak Bogor adalah salah satu tempat tujuan wisata bagi warga Jakarta & sekitarnya. Akses yang mudah di jangkau & jarak yang tidak terlalu jauh dari kota Jakarta menjadikan tempat ini salah satu favorit untuk menghabiskan waktu weekend. Saking populernya tempat ini jika waktu weekend tiba jalanan menuju ke sini menjadi luar biasa macetnya…”ampun deh kalau tidak karena mau main sepeda malas rasanya bermain ke Puncak Bogor…hehehe”


Melompat di sebuah rintangan Nura stage-3
Minggu pagi itu kami telah merencanakan untuk bersepeda bersama-sama teman komunitas TC2MTB. Karena lokasi rumah tiap-tiap member berbeda-beda kota akhirnya di sepakati kita kumpul di sebuah mesjid di Gadog yang menyediakan lahan parkir untuk loading sepeda.

Tenggat waktu yang ditetapkan adalah jam 07.00 pagi harus sudah sampai di lokasi titik kumpul ini, dari sini kami menyewa kendaraan umum untuk mengangkut sepeda kami ke daerah perbukitan yang di sebut RA atau Rindu Alam.

Melompati rintangan-rintangan di Nura stage-3

Sesampai di RA tempat unloading yaitu sebuah warung yang bernama Warung Mang Ade. Ditempat ini kami sarapan dan merakit kembali sepeda kami, termasuk membayar tiket retribusi untuk masuk ke jalur yang kita pilih untuk bermain sepeda.

Di Warung ini juga terdapat “marshal local boy” atau guide yang siap untuk membantu anda yang baru pertama kali main atau belum hafal jalurnya, tentu saja dengan memberi imbalan ala kadarnya setelah seharian menemani kita bersepeda “Beramal lah berbagi rezeki untuk mereka & masyarakat sekitar yang di lintasi jalur sepeda”. Karena jalur yang cukup banyak dan bervariasi keberadaan “marshall” ini sangat membantu sekali menikmati kegiatan bersepeda kita.

Foto bersama seluruh team TC2MTB

Seperti yang kita ketahui banyak sekali jalur sepeda [lama maupun baru] yang terdapat di Puncak Bogor ini. Kami sebagai penggemar sepeda sangat berterima kasih dengan om-om yang mengelola jalur sepeda di Puncak yang tidak dapat di sebutkan satu-persatu namanya...[semoga amal baiknya di balas Tuhan...Amin!] 
Sebagai gambaran hampir 5 atau 6 jalur diantaranya: RA classic, NuRA atau New RA, TW atau Telaga Warna ada TW3, TW5, Walini sebuah jalur mini Downhill, KTH ada KTH-OG & KTH Kondang jalur paling baru yang telah di buka untuk umum…wah pokoknya akan sangat puas kalau kita punya banyak waktu bersepeda. Berikut adalah cerita kegiatan kami bersepeda di awali dengan jalur NURA/New RA.

Turunan menuju jalur utama Nura stage-1

Hura-hura di Jalur NURA
Dari warung Mang Ade jalur ini di jangkau dengan jalur menanjak yang tidak terlalu jauh, kira-kira 20~30 menit tergantung kekuatan dengkul anda mengayuh sepeda. Jalur NuRA adalah bagian dari banyak jalur di Poencak. Type jalur ini adalah dominan turunan saya bagi tiga segmen menurut jenis jalurnya.

Tanjakan unrideable menuju "gerbang angin" Nura stage-2

Bagian pertama adalah rolling antara tanjakan dan turunan, dominan menanjak dijalur ini konturnya terdiri dari tanah liat dengan vegetasi yang lumayan rapat dan ada sebagian batu macadam menanjak.

Terdapat jalur yang sama sekali tidak bisa kita lintasi tetap dengan bersepeda jadi kita harus mendorongnya karena sudut kemiringan [vertical climb] yang sangat tajam. Lokasi jalur ini menjelang ke rest area pertama puncak bukit yang mereka namakan “Gerbang Angin”, lokasi ini juga merupakan akhir dari segmen pertama.

Berpose di puncak tertinggi jalur Nura

Bagian kedua adalah full turunan. Kondisi jalurnya berbatu-batu lumayan besar & agak labil kodisi tanahnya, sebelah kanan adalah "negatif" jurang yang cukup dalam dan sebelah kanan adalah tebing tanah hutan tropis. Jalur ini bisa di lintasi dengan tetap mengayuh sepeda tapi sebagian tidak bisa karena kondisi batu-batu besar yang menutup dan berada pas di tengah-tengah jalur.

Saran saya kalau mau main aman sepeda di dorong saja di bagian ini. Kami punya pengalaman teman pernah terjatuh ke jurang karena mencoba tetap mengayuh ketika melintas di jalur ini namun karena skill, pengalaman & jam terbang yang kurang jadi jatuh ke dalam jurang, untungnya tidak mengalami luka-luka. Jalur ini berakhir di sebuah belokan yang berkontur tanah liat merah dengan humus tanaman.
Jalur Nura stage-3 sangat luas & lebar layaknya jalan toll saja
Bagian ke tiga adalah jalur tanah merah yang lumayan lebar 2~3 orang bersama-sama bersepeda di jalur ini. Konturnya adalah full turunan beberapa bagian di lengkapi dengan rintangan [obstacle] drof off potongan bilah kayu dan urugan tanah untuk drop off & jumping...obstacle yang asyik sayang kalau di lewatkan...wuss...wuss...werrr...hehehe
Yihaaa...melompat di rintangan yang ada

Ketika sampai di segmen ketiga ini rombongan bersepeda kami yang terdiri dari 10 orang kami bagi menjadi 2 grup. Grup pertama adalah “bad boys” alias rombongan “ugal-ugalan” dan grup kedua adalah “piknik bersepeda”. Grup pertama ibarat kata seperti anak kecil yang menemukan mainanya…langsung tancap pedal ngebut sejadi-jadinya, saya ikut di bagian grup pertama sangat menikmati jalur NuRA segmen ketiga ini.

Beberapa teman mengambil jalur rintangan batang pohon kadang saya pun ikut jalur mereka. Drop off sangat safe sekali di jalur ini karena lebar jalur yang sangat luas dan kondisi jalur adalha tanah merah yang tidak terlalu berbahaya kalaupun kita jatuh.
APD: Alat Pelindung Diri tetaplah harus di kenakan minimal helm full face atau half face & knee/elbow guard juga. Jalur ini benar-benar memanjakan para pencinta turunan karena kita bisa “geber” abis speed di turunan ini tanpa pedaling sama sekali. Makanya jalur ini saya namakan “jalur hura-hura”. Akhir dari jalur ini adalah sebuah kampung milik karyawan perkebunan teh Gunung Mas.

Keluar dari jalur ini kita bisa bermain lagi di jalur yang lainya karena hanya butuh waktu 3-jam untuk melintasi jalur ini, jadi jika jam 08.00 masuk jalur berarti selesai jam 12.00 bisa break dulu dan lanjut loading ke jalur yang lainya...bersambung…
---Ke sepeda gembira di TW: Telaga Warna---

Jalur sepeda Telaga Warna
Sepeda Gembira di Telaga Warna
Telaga Warna/TW adalah sebuah nama untuk telaga kecil dengan air kehijauan yang terdapat di Poencak. Jalur sepedanya sendiri sebetulnya tidak melewati telaga ini namun pintu masuk telaga ini kita lewati saja. Jalur ini sebutanya ada yang TW3 & TW5 namun saya kurang begitu faham pemilahanya yang mana, padahal udah sering kali bersepeda di jalur ini…lieur [bingung] kata orang sunda.
Kalau ingin masuk ke dalam lokasi telaganya dikenakan tiket lagi selain tiket yang kita bayar waktu masuk ke kebun teh yang di kelola oleh Perum Perhutani & Pemda Bogor. Tiketnya pun tidak mahal hanya sekitar sepiluh ribu an. Rombongan banyak juga yang mampir untuk sekedar berfoto-foto saja. Lanjut ke jalur Telaga Warna/TW…jalur ini saya bagi 4 stage atau bagian berdasar jenis jalur yang di lewati & typical konturnya.
Tanjakan menuju bukit yang tertinggi
 Stage-1 Tanjakan Ringan
adalah awal kita masuk pintu gerbang TW sampai dengan bukit pertama setelah gubuk warna hijau. Konturnya adalah tanjakan ringan tidak terlalu banyak kemiringan sudutnya. Si jalur ini adalah awal yang bagus untuk pemanasan karena kita harus terus mengayuh pedal supaya dapat mencapai ke atas bukit yang berpemandangan gunung-gunung & lembah yang sangat indah.
Kondisi jalur adalah batuan macadam lebar jalurnya sangat luas bahkan mobilpun bisa lewat di jalur ini.Waspada & hati-hati karenah ini adalah jalur lalulintas penduduk lokal, banyak motor & mobil yang melintas. Beberapa grup bahkan memangkas jalur ini dengan cara mobil yang membawa sepeda langsung menuju ke bukit yang tertinggi. Team kami selalu mengayuh sepeda untuk menjangkau bukit ini, karena view yang sangat bagus yang sangat sayang kalau di lewatkan.
Tanjakan jalur batu macadam
Stage-2 Full Turunan
Kondisi jalur di stage 2 adalah batu macadam. Jalurnya sendiri sangat luas & lebar karena ini adalah bagian dari jalan menuju perkampungan penduduk setempat. Obstacle atau haling rintang seperti droff off, berm dsb.nya tidak terdapat di jalur ini mengingat ini jalan utama warga sekitar.
Kenikmatan bersepeda di jalur ini kita bisa ‘full speed’ memacu sepeda kita karena konturnya yang terus menurun bahkan tanpa pedaling sama sekali. Tetap harus control speed karena kadang-kadang motor warga loka yang melintas di jalur ini. Akhir dari jalur ini adalah setelah melewati perkampungan kemudian ketemu lagi dengan kebun teh.
Turunan jalur batu macadam akses jalan menuju perkampungan

Stage-3 Single Track Turunan
Inilah single track pertama setelah kita banyak melewati jalur yang sangat lebar. Kondisi jalur walaupun single track tapi sangat nyaman untuk bersepeda. Jarknya tidak terlalu panjang hanya sekitar 2 KM namun lumayan menantang karena di sebelah kanan adalah negative jurang yang cuku dalam. Kondisi di jalur ini vegetasi tanamanya sangat padat & rapat jadi harus tetap waspada terhadap ranting yang melintang.
Single track dalam hutan jalurnay masih cukup aman untuk full speed di turunan
Kontur yang terus menurun sehingga kita bisa memacu sepeda sekencang-kencangnya. Beberapa bagian sangat becek & berlumpur kala musim hujan, karena rapatnya tumbuh2an yang menaunginya, tetapi secara keseluruhan jalur ini sangat bersih & hampir tanpa ada rintangan baik yang natural ataupun buatan.
Akhir dari jalur ini adalah beujung kembali di kebun teh. Rata2 pesepeda berhenti dulu disini untuk menurunkan adrenaline & sekedar berfoto-foto karena view di akhir stage sangat indah.
Berfoto bersama sebelah kanan di latar belakang adalah bagian dari turunan ular
Stage-4 Turunan Ular
Inilah klimak dari main sepeda di jalur TW, sebuah turunan single track yang sangat menantang. Terdapat area tikungan yang menurun patah ‘switch back riding controll’ harus di lakukan di bagian ini. Lengah sedikit sepeda akan terus melaju lurus masuk jurang. Hanya 1 tempat ‘obstacle’ yang seperti ini selebihnya adalah full turunan.
Memacu sepeda dengan kecepatan penuh yang mengasyikan
Sepeda bisa di pacu kencang kita tinggal control braking saja. Kondisi jalur adalah tanah merah yang lunak & gembur, di musim hujan terdapat ceruk tanah membentuk saluran di tengah-tengah bekas aliran air jadi tetap harus waspada dan arahkan kendali sepeda untuk menghindarinya. Di sebut turunan Ular karena kondi track yang meliuk-liuk seperti badan ular. Beberapa bagian sangat licin ketika di musim hujan.
Berada diatas bagian dari jalur Ular
Finish nya track ini kita ketemu dengan jalan asphalt menuju jalan raya Puncak-Cianjur. Dari sini kita langsung meluncur on road menuju mesjid Gadog untuk loading & pulang kembali ke Jakarta. Paling lambat jam 03.00 kita sudah selesai nge track di 2 jalur atau 3 jalur yang berbeda.
…bersambung ke…Walini Mini Downhill yang gokil
Pemandangan yang indah di Jalur Telaga Warna
Mini Downhill Walini
Track Walini adalah rangkaian daripada jalur sepeda Puncak yang banyak terserak. Karakter dari jalur ini adalah full turunan dengan beberapa rintangan yang alami maupun buatan, cocok sekali buat anda penggemar gravity & yang mau belajar Downhill/DH, obstacle/rintangan tidak terlalu berbahaya namun tetap harus waspada kenakan full gear dan kelengkapan safety bersepeda DH.
Terbang melintas rintangan yang ada
Inilah rintangan terakhir menuju tempat finish
Masuk ke lokasi ini kita di pungut tiket, setelah membayar tiket terdapat tempat starting point yang berbentuk panggung, dari sini sepeda langsung meluncur dengan sedikit mengayuh, untuk yang pertama kali mencoba trek ini sebaiknya harus opservasi dulu kondisi jalurnya hal ini untuk mengetahui medan yang berbahaya & antisipasi keltika melintasinya, penulis sendiri bersepeda di pinggir jalur aka ‘melipir’ untuk observasi jalur, setelah semua kondisi jalur terekam dengan baik di dalam memori otak barulah untuk kali kedua baru berani mencoba dengan yakin melintasi jalurnya. Oh ya untuk loading lagi ke awal jalur disediakan angkutan mobil oleh pengurus jalur ini, kita hanya membayar tiket hanya pertama kali masuk saja.
Banner tempat awal start & pintu gerbang
Kondisi jalur yang full turunan terdapat pumping, drop off & berm yang sangat menarik untuk di coba, beberapa tempat special diantaranya trun trap tangga yaitu sebuah turunan bersudut tajam menyerupai bentuk anak tangga, control speed & kesiapan menekan tuas rem/brake harus terkontro di spot ini karena jika lepas control kita jatuh ke kebun teh. Selain itu di akhir jalur ini terdapat sebuah obstacle yang menarik yaitu sebuah drop off yang lumayan asyik buat jumpin karena kita bisa mendapat akselerasi dari turunan diatasnya kemudian ‘receiver’ atau tempat mendarat sangat lebar luas sehingga sangat nyaman untuk lamdingnya, saya & beberap teman mencoba untuk melewati & ber foto di spot ini. Jalur yang lumayan asyik untu sekedar memacu adrenaline kita…
Tetap semangat & sehat dengan olahraga sepeda…salam @nardex
Mengantri untuk masuk ke jalur utama Walini






Pamitra Bikepark